Keuntungan dan Beberapa Kelemahan Menggunakan E-money Untuk Transaksi Keuangan

Seiring dengan berkembannya zaman menuju revolusi industry 4.0. Kehadiran uang elektronikn atau dalam bahasa inggris disebut e-money akhir akhir ini juga semakin populer di Indonesia. Suatu instrument pembayaran non tunai yang diakui juga oleh bank Indonesia ini bermula pasa saat maraknya parkti, tol dan lain sebagainya menggunakan e-money dalam bentuk kartu yang bisa di top up e money.

Diluar dari kepraktisan nya, dengan adanya e-money pun bisa menghemat waktu karena tidak perlu memberikan kembalian dikarenakan nominal untuk pembayaran langsung memotong saldo yang ada di kartu e-money.

Saat ini banyak sekali penyedia uang elektronik di Indonesia dan juga melakukan kemitraan dengan banyak retail serta perusahaan lainnya. Ditambah dnegan banyaknya keuntungan dan juga penawaran menarik menyebabkan orang tergiur untuk menyetorka uang tunainya menjadi dalam bentuk nominal di e-money.

Untuk anda yang ingin mulai beralih dari uang tunai menjadi e-money, anda pastinya penasaran. Sebenarnya apa saja keuntungan serta kelemahan dalam menggunakan uang elektronik ini, Artkel ini merupakan artikel yang tepat untuk anda.

Tidak Repot Uang Kembalian

Mungkin diantara pembaca disini ada yang merasa repot apabila mendapatkan kembalian uang receh? Tidak hanya merepotkan saha, namun juga bisa berpotensi hilang, jatuh dan lain sebagainya. Dengan menggunakan e-money untuk bertransaksi, maka anda tidak perlu repot juga dengan kembalian dikarenakan nominal e-money kita akan terpotong otomatis sesuai transaksi. Jadi tidak perlu kesal dengan dompet yang penuh dengan uang receh.

Menghindari Uang Palsu

Dengan menggunakan uang elektronik, maka sudah pastinya kita bisa terhindar dari satu hal ini. Apalagi, akhir-akhir ini persebaran uang palsu sedang ramai. Apabila kita memiliki uang dalam bentuk tunai kemudian membelanjakannya dan mendapatkan kembalian, ada saja potensi bahwa anda mendapatkan uang palsu. Dengan menggunaka e-money, sudah jelas Anda tidak akan tertipu.

Banyak Penawaran Diskon

Banyak sekali program dalam e-money yang memungkinkan penawaran diskon ataupun cashback. Tentu ini sangat menggiurkan untuk anda. Cashback yang ditawarkan dapat langsung ditambahkan pada akun e-money anda. Dnegan menggunakan e-money adna akan sering mendapatkan hal semacam ini terutama pada masa awal pembukaan e-money oleh penerbit e-money tersebut.

Kejelasan nominal yang anda transaksikan

Terkadan ada nomnilan unik yang tertera pada barang yang anda belu, sehiungga mau tidak may anda harus membulatkan nominalnyta supaya mudah untuk melakukan pembayaran. Hal tersebut merupakan rahasa umum ketika anda bertransaksi menggunakan uang tunai. Dengan demikian tentunya akan berbeda apabila anda menggunakan uang elektronik. Dengan menggunakan e-money anda kan mengetahui dengan jelas nomonal yang anda transaksikan.

Turut menjaga lingkungan

Anda pasti tahu bahwa uang tunai terbuat dari kertas, peredaran uang tunai pun terus diregulasi apabila yang tersebut mengalami kerusakan. Peregulasian uang tunai dari yang lama diganti menjadi baru artinya menggunakan kertas baru lagi. Apabila anda menggunakan e-money artinya anda turut juga melestarikan dan menjaga lingkungan. 

Pencegahan Anda terkena tindak pidana dikarenakan membawa uang tunai terlau banyak

Terdapat usul pidana tepatnya pada pasala 34 dan 35 undang-undang no, 8 tahun 2010 dengan jelas telah mengatur tentang mekanisme pembawaan uang tunai, senilai Rp 100 juta atau lebih, baik uang rupian atau uang asing.

Jika anda membawa uang tunia dnegan jumlah sangat besar, anda dapat didenda dengan 300 juta rupiah. Tentu anda tidak ingin hal ini terjadi kan. Dengan adanya e-money, anda dapat mengkonversikan yang tunan anda ke elektronik sehinga anda tidak perlu lagi membawa uang cash yang terlalu banyak.

Categories: Uncategorized

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>